, ,

Makalah Pendidikan Kewarganegaraan Kebudayaan Daerah Sebagai Identitas : Daerah Kerinci

Makalah Pendidikan Kewarganegaraan

Kebudayaan Daerah Sebagai Identitas : Daerah Kerinci



Oleh :

Muhammad Ilham Nugraha


Universitas Terbuka

2020


BAB 1 : PENDAHULUAN

1. Latar Belakang Masalah


Identitas merupakan sifat khas yang menjelaskan serta sesuai dengan diri sendiri, kelompok sendiri, golongan sendiri, komunitas sendiri atau bahkan negara sendiri. Jadi berdasarkan dari pengertian identitas itu tidak berpatok pada individu saja, melainkan juga pada suatu golongan.


Lalu selanjutnya adalah nasional, nasional ialah identitas yang menempel pada kelompok yang cakupannya jauh lebih besar serta diikat oleh kesamaan baik itu kesamaan fisik seperti bahasa, agama dan budaya. Atau juga kesaamaan non-fisik yakni cita-cita, keinginan dan tujuan.


Budaya merupakan suatu kebiasaan yang mengandung nilai – nilai penting dan fundamental yang diwariskan dari generasi ke generasi. Warisan tersebut harus dijaga agar tidak luntur atau hilang sehingga dapat dipelajari dan dilestarikan oleh generasi berikutnya.

Budaya Daerah adalah suatu kebiasaan dalam wilayah atau daerah tertentu yang diwariskan secara turun temurun oleh generasi terdahulu pada generasi berikutnya pada ruang lingkup daerah tersebut. Budaya daerah ini muncul saat penduduk suatu daerah telah memiliki pola pikir dan kehidupan sosial yang sama sehingga itu menjadi suatu kebiasaan yang membedakan mereka dengan penduduk – penduduk yang lain. Budaya daerah sendiri mulai terlihat berkembang di Indonesia pada zaman kerajaan – kerajaan terdahulu. Itu dapat dilihat dari cara hidup dan interaksi sosial yang dilakukan masing-masing masyarakat kerajaan di Indonesia yang berbeda satu sama lain. Dari bermacam=macam budaya daerah tersebut maka munculah sesuatu yang disebut Budaya Nasional.

2. Rumusan Masalah :

Adapun perumusan yang di bahas dalam makalah ini adalah:

  • pengertian identitas

  • pengertian identitas nasional

  • pengertian budaya

  • identitas dan budaya

  • kerinci

  • budaya kerinci yang menjadi identitas

    BAB 2 : Pembahasan

    1. pengertian Identitas

    identitas merupakan tanda pengenal yang dimiliki suatu Negara berupa kebudayaan yang diciptakan oleh masyarakat suatu Negara. Kebudayaan yang diangkat menjadi sebuah identitas suatu bangsa tidak diciptakan begitu saja, namun memerlukan waktu yang lama untuk diketahui, diakui, ditaati, dan diimplementasikan ke dalam hidup masyarakat suatu Negara yang nantinya menjadi identitas suatu bangsa tersebut.


Indonesia sebagai sebuah bangsa terdiri dari beranekaragam identitas yang diciptakan oleh masyarakatnya, dengan demikian memungkinkan terciptanya ruang multikultural dalam kehidupan. Dilain sisi, ruang-ruang perbedaan tersebut juga melahirkan pertarungan kepentingan yang diusung dari kerumitan identitas masing-masing.

Identitas

Kata identitas berasal dari bahasa Inggris identity yang memiliki pengertian harfiah, ciri, tanda, atau jati diri yang melekat pada seseorang, kelompok atau sesuatu sehingga membedakan dengan yang lain. Identitas juga merupakan keseluruhan atau totalitas yang menunjukkan ciri-ciri atau keadaan khusus seseorang atau jati diri dari faktor-faktor biologis, psikologis, dan sosiologis yang mendasari tingkah laku individu.

Definisi identitas yang terdapat dalam buku Mengindonesia karya H.A.R Tilaar sebagai berikut:

Identitas Berarti Identik dengan Yang lain

Konsep tersebut mengarah pada kesamaan antara individu dengan individu yang lain. Kesamaan antara individu dengan individu yang lain terjadi karena pada dasarnya setiap individu mempunyai kesamaan dalam diri kemanusiaannya. Namun dapat dipastikan bahwa setiap idividu juga mempunyai perbedaan dengan individu yang lain. Untuk mencapai suatu keadaan yang harmonis, maka pperbedaan dan persamaan antara individu tersebut harus seimbang. Manusia dilahirkan sebagai individu yang merdeka tetap sekaligus pula tergantung kepada kehidupan bersama antar manusia.

Identitas Berarti Menjadi Diri Sendiri

Konsep ini menjelaskan bahwa setiap manusia yang dilahirkan berhak merdeka untuk mengisi dan memberikan arti pada hidupnya. Pendidikan merupakan proses pemberdayaan yang harus dimiliki oleh setiap manusia yang memberikan kesempatan seluas-luasnya untuk berkembang  mencapai tujuannya.

Identitas Berarti Menjadi Identik dengan Suatu Ide

Ide merupakan sesuatu yang penting dalam proses kehidupan manusia. Ide yang cemerlang dibutuhkan saat sedang mencari solusi adalah memecahkan masalah. Adapun jenis kegiatan, pekerjaan, usaha manusia untuk klangsungan hidupnya tidak pernah terlepas dengan ide. Ide merupakan sesuatu hal yang abstrak yang terlepas dari kekuasaan individu. Ide dapat berupa kemanusiaan ataupun dapat berupa identitas etnis ataupun identitas bangsa.

Identitas Berarti Individu yang Realistik yang Hidup Bersama Individu Lainnya.

Konsep ini menjelaskan bahwa individu tidak biasa hidup sendirian dalam kehidupannya. Seorang individu memerlukan hidup bersama individu lain dan lingkungannya yang menghidupi kebersamaan di dunia baik lingkungan budayanya ataupun lingkungan alamiahnya.

    2. pengertian Identitas Nasional


identitas nasional pada hakikatnya merupakan manifestasi nilai-nilai

Budaya yang tumbuh dan berkembang dalam berbagai aspek kehidupan suatu bangsa dengan ciri-ciri khas. Dengan ciri-ciri khas tersebut, suatu bangsa berbeda dengan bangsa lain dalam hidup dan kehidupannya.

Diletakkan dalam konteks Indonesia, maka Identitas Nasional itu merupakan manifestasi nilai-nilai budaya yang sudah tumbuh dan berkembang sebelum masuknya agama-agama besar di bumi nusantara ini dalam berbagai aspek kehidupan bdari ratusan suku yang kemudian dihimpun dalam satu kesatuan Indonesia menjadi kebudayaan Nasional dengan acuan Pancasila dan roh
Bhinneka Tunggal Ika sebagai dasar dan arah pengembangannya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Dengan perkataan lain, dapat dikatakan bahwa hakikat identitas nasional kita sebagai bangsa di dalam hidup dan kehidupan berbangsa dan bernegara adalah Pancasila yang aktualisasinya tercermin dalam berbagai penataan kehidupan kita dalam arti luas, misalnya dalam Pembukaan beserta UUD kita, sistem pemerintahan yang diterapkan, nilai-nilai etik, moral, tradisi,
bahasa, mitos, ideologi, dan lain sebagainya yang secara normative diterapkan di dalam pergaulan, baik dalam tataran nasional maupun internasional.

Perlu dikemukakan bahwa nilai-nilai budaya yang tercermin sebagai Identitas Nasional tadi bukanlah barang jadi yang sudah selesai dalam kebekuan normatif dan dogmatis, melainkan sesuatu yang terbuka-cenderung terus menerus bersemi sejalan dengan hasrat menuju kemajuan yang dimiliki oleh masyarakat pendukungnya. Konsekuensi dan implikasinyaadalahidentitas nasional juga sesuatu yang terbuka, dinamis, dan dialektis untuk ditafsir dengan diberi makna baru agar tetap relevan dan funsional dalam kondisi aktual yang berkembang dalam masyarakat.

Hakikat identitas nasional indonesia adalah pancasila yg diaktualisasikan dalam bergagai kehidupan dan berbangsa. AKTUALISASI ini untuk menegakkan pancasila dan uud 45 sebagaimana dirumuskan dalam pembukaan uud 45 terutama alinea ke 4

Krisis multidimensi yang kini sedang melanda masyarakat kita menyadarkan bahwa pelestarian budaya sebagai upaya untuk mengembangkan Identitas Nasional kita telah ditegaskan sebagai komitmen konstitusional sebagaimana dirumuskan oleh para pendiri negara kita dalam pembukaan, khususnya dalam Pasal 32 UUD 1945 beserta penjelasannya, yaitu :

Pemerintah memajukan Kebudayan Nasional Indonesia “

yang diberi penjelasan :

Kebudayan bangsa ialah kebudayaan yang timbul sebagai buah usaha budaya rakyat Indonesia seluruhnya. Kebudayaan lama dan asli terdapat ebagi puncak-puncak kebudayaan di daerah-daerah seluruh Indonesia, terhitung sebagai kebudayaan bangsa. Usaha kebudayaan harus menuju ke arah kemajuan adab, budaya dan persatuan dengan tidak menolak bahan-
bahan baru dari kebudayaan asing yang dapat memperkembangkan atau memperkaya kebudayaan bangsa sendiri serta mempertinggi derajat kemanusiaan bangsa Indonesia “.

Kemudian dalam UUD 1945 yang diamandemen dalam satu naskah

disebutkan dalam Pasal 32

  1. Negara memajukan kebudayan Nasional Indonesia di tengah peradaban dunia dengan menjamin kebebasan masyarakat dalam memeliharra dan mengembangkan nilai-nilai budaya.

  2. Negara menghormati dan memelihara bahasa daerah sebagai kekayaan budaya nasional.

Dengan demikian secara konstitusional, pengembangan kebudayan untuk membina dan mengembangkan identitas nasional kita telah diberi dasar dan arahnya, terlepas dari apa dan bagaimana kebudayaan itu dipahami yang dalam khasanah ilmiah terdapat tidak kurang dari 166 definisi sebagaimana dinyatakan oleh Kroeber dan Klukhohn di tahun 1952.

Unsur – Unsur Pembentuk Identitas Nasional

Pada hakikatnya, Identitas Nasional memiliki empat unsur:
1. Suku Bangsa: golongan social yang khusus yang bersifat askriftif (ada sejak lahir), yang sama coraknya dengan golongan umur dan jenis kelamin. Di Indonesia terdapat banyak sekali suku bangsa, kuran lebih 360 suku.

2. Agama: bangsa indonessia dikenal sebagai bangsa yang agamis. Agama – agama yang berkembang di Indonesia antara lain agama Islam, Kristen, Katholik, Hindu, Budha dan Kong Hu Cu. Agama Kong Hu Cu pada masa Orde Baru tidak diakui sebagai agama resmi Negara Indonesia namun sejak pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid, istilah agama resmi telah dihapuskan.

3. Kebudayaan: merupakan pengetahuan manusia sebagai makhlu sosial yang berisikan perangkat – perangkat atau model – model pengetahuan yang secara kolektif digunakan oleh pendukung – pendukungnya untuk menafsirkan dan memahami lingkungan yang dihadapi dan digunakan sebagai pedoman untuk bertindak dalam bentuk kelakuan dan benda – benda kebudayaan.

4. Bahasa: merupakan usur komunikasi yang dibentuk atas unsur – unsur bunyi ucapan manusia dan digunakan sebagai sarana berinteraksi antar manusia.

Menurut Syarbani dan Wahid dalam bukunya yang berjudul Membangun Karakter dan Kepribadian melalui Pendidikan Kewarganegaraan, keempat unsur Identitas Nasional tersebut diatas dapat dirumuskan kembali menjadi 3 bagian:

  1. Identitas Fundamental: berupa Pancasila yang menrupakan Falsafah Bangsa, Dasar
    Negara, dan Ideologi Negara.

  2. Indetitas Instrumental: berupa UUD 1945 dan Tata Perundangannya, Bahasa
    Indonesia, Lambang Negara, Bendera Negara, dan Lagu Kebangsaan.

  3. Indetitas Alamiah: meliputi Kepulauan (archipelago) dan Pluralisme dalam suku,
    bahasa, budaya dan kepercaraan (agama).

    Perwujudan Identitas Nasional

Sejarah Jati Diri Bangsa Indonesia

  1. Masa Kejayaan Nusantara (sebelum masa pergerakan nasional) 1293-1478

  • Sriwijaya

- Berhasil menguasai wilayah Indonesia

- Masa dimulainya pelatakan dasar-dasar kebudayaan dan peradaban manusia

  • Majapahit

- Patih Gajah Mada

Tan Mukti Palapa lamung durung Purna Hmusthi Nuswantara”

Tidak akan makan buah palapa sebelum dapat mempersatukan Nusantara

Tidak akan menikah sebelum berhasil “Indonesia Merdeka”

  1. Perlawanan Patiunus dalam Perjuangan menentang penjajahan 1512-1513

  2. Perang Aceh dalam perjuangan menentang perjuangan 1873-1907

  3. Budi Oetomo Berbasis Sub Kultur Jawa 1908,pergerakan dan kebangkitan Nasional yang menumbuhkan jiwa kebangsaan (Nasional dan Patriotisme)

  4. Sumpah Pemuda 1928, yang isinya :

  • Bertanah air satu, Tanah Air Indonesia

  • Berbangsa satu, Bangsa Indonesia

  • Berbahasa satu, Bahasa Indonesia

Sumpah Pemuda ini menumbuhkan jiwa dan semangat persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. Rakyat Indonesia tetap berkeyakinan bahwa semangat Sumpah Pemuda tersebut tetap significan dan relevan hingga waktu sekarang dan yang akan datang.

  1. Pada masa Proklamasi 17-8-1945, yang merupakan :

  • Titik kulminasi perjuangan Bangsa Indonesia

  • Untuk membebaskan diri dari cengkraman penjajah

  • Menjadi momen kemerdekaan

  • The Declaration of Indonesian

  • Independence ke seluruh dunia

Hal ini menunjukkan bahwa bangsa Indonesia telah mempunyai jiwa dan semangat kejuangan, cinta tanah air, patriotisme, nasionalisme,persatun dan kesatuan, pantang mundur, pantang menyerah, merdeka atau mati, gotong royong, rela berkorban, sebagai wujud jati diri bangsa Indonesia.

  1. Manusia Indonesia yang di pengaruhi lingkungan fisik dan demografis,serta system nilai yang diwarisi dari zaman ke zaman.

  2. Pengaruh kebudayaan Hindu dan Budha,di lanjutkan dengan kebudayaan Islam dan Barat,saling berinteraksi dengan nilia-nilai local. Pergulatan nilai itu membentuk karakter manusia Indonesia yang bergerak dinamik.

    Penyimpangan Identitas Nasional karena Sosial dan Budaya :

  1. Perasaan senasib-sepenanggungan semakin memudar

  2. Kristalisasi nilai kebangsaan mengalami keretakan di sana-sini

  3. Banyaknya pejabat yang menuntut hak-hak istimewa bagi kepentingan pribadinya, meskipun hak-hak dasar rakyat pada umumnya belum terpenuhi. Sikap itu pada gilirannya membuahkan tragedi pemerintahan yang lamban di tengah desakan kepentingan umum akibat bencana yang terjadi dimana-mana dan kondisi social ekonomi yang diterpa krisis dari waktu ke waktu

  4. Lemahnya kemampuan bangsa dalam mengelola keragaman

Gejala tersebut dapat di lihat dari menguatnya orientasi dalam kelompok, etnik, dan agama yang berpotensi menimbulkan konflik social dan bahkan disintegrasi bangsa. Masalah ini juga semakin serius akibat dari makin terbatasnya ruang public yang dapat diakses dan dikelola bersama masyarakat yang multikultur untuk penyaluran aspirasi. Dewasa ini muncul kecenderungan pengalihan ruang publik ke ruang privat karena desakan ekonomi.

  1. Kurangnya kemampuan bangsa dalam mengelola kekayaan budaya yang kasat mata (tangible) dan yang yang tidak kasat mata (intangible). Dalam era otonomi daerah, pengelolaan kekayaan budaya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah. Kualitas pengelolaan yang rendah tidak hanya disebabkan oleh kapasitas fiskal, namun juga pemahaman, apresiasi, kesadaran, dan komitmen pemerintah daerah terhadap kekayaan budaya. Pengelolaan kekayaan budaya ini juga masih belum sepenuhnya menerapkan prinsip tata pemerintahan yang baik (good governance). Sementara itu, apresiasi dan kecintaan masyarakat terhadap budaya dan produk dalam negeri masih rendah, antara lain karena keterbatasan informasi.

  2. Terjadinya krisis jati diri (identitas) nasional. Nilai – nilai solidaritas sosial, kekeluargaan, dan keramahtamahan sosial yang pernah di anggap sebagai kekuatan pemersatu dan ciri khas bangsa indonesia, makin pudar bersamaan dengan menguatnya nilai – nilai materialisme. Demikian pula kebanggaan atas jati diri bangsa seperti penggunaan bahasa indonesia secara baik dan benar, semakin terkikis oleh nilai – nilai yang dianggap lebih superior. Identitas nasional meluntur oleh cepatnya penyerapan budaya global yang negatif, serta tidak mampunya bangsa indonesia mengadopsi budaya global yang lebih relevan bagi upaya pembangunan bangsa dan karakter bangsa (nation and character building).

Keterkaitan Globalisasi terhadap Identitas Nasional

Era Globalisasi merupakan era yang penuh dengan kemajuan dan persaingan, sedangkan Identitas Nasional sebuah bangsa merupakan hal yang sangat diperlukan untuk memperkenalkan sebuah bangsa atau Negara dimata dunia. Dengan adanya Globalisasi, identitas sebuah bangsa dan Negara dapat mudah dikenalkan dimata internasional atau juga identitas tersebut mudah tenggelam karena terpengaruh oleh bangsa dan Negara lain. Perlu kita sadari, bangsa Indonesia yang kita cintai ini sedang mengalami krisis identitas nasional yang sangat membahayakan bagi nilai – nilai dasar Identitas bangsa Indonesia itu sendiri. Letak Negara Indonesia yang sangat setrategis merupakan hal yang sangat mempengaruhi terjaga atau tidak kelangsungan Identitas bangsa Indonesia. Globalisasi yang terus berkembang pesat membuat nilai– nilai budaya bangsa Indonesia mulai terkikis oleh budaya – budaya barat yang kurang sesuai dengan budaya asli bangsa Indonesia seperti halnya budaya berpakaian. Kebaya dan batik yang merupakan salah satu identitas bangsa
Indonesia yang berupa pakaian, kini mulai hilang dari kehidupan bangsa Indonesia karena tergantikan oleh pakaian yang bersifat kebarat – baratan. Tidak hanya itu saja, masyarakat Indonesia yang dulunya terkenal sebagai orang – orang yang ramah, kini mulai terpengaruh terhadap era globalisai yang memiliki sifat “persaingan” yang sangat tinggi yang menyebabkan kesenjangan sosial di masyarakt semakin meningkat.

Keterkaitan Integrasi Nasional Indonesia dan Identitas Nasional

Masalah integrasi nasional di Indonesia sangat kompleks dan multidimensional. Untuk mewujudkannya, diperlukan keadilan dalam kebijakan yang diterapkan oleh pemerintah dengan tidak membedakan ras, suku, agama, bahasa, dan sebagainya. Sebenarnya, upaya mcmbangun keadilan, kesatuan, dan persatuan bangsa merupakan bagian dari upaya membangun dan membina stabilitas politik. Di samping itu, upaya lainnya dapat dilakukan, seperti banyaknya keterlibatan pemerintah dalam mcncntukan komposisi dan rnckanisme parlemen. Dengan demikian, upaya integrasi nasional dengan strategi yang mantap perlu terus dilakukan agar terwujud integrasi bangsa Indonesia yang diinginkan. Upaya pembangunan dan pembinaan integrasi nasional ini perlu karena pada hakikatnya integrasi nasional menunjukkan kckuatan persatuan dan kesaluan bangsa yang diinginkan. Pada akhirnya, persatuan dan kesatuan bangsa inilah yang dapat lebih menjamin terwujudnya negara yang makmur, aman. dan tentram. Konflik yang terjadi di Aceh, Ambon, Kalimantan Barat, dan Papua merupakan cermin belum terwujudnya integrasi nasional yang diharapkan. Adapun keterkaitan integrasi nasional dengan Identitas Nasional adalah bahwa adanya integrasi nasional dapat menguatkan akar dari Identitas Nasional yang sedang dibangun.

Pancasila Sebagai Pemberdayaan Identitas Nasional

Suatu bangsa harus memiliki identitas nasional dalam pergaulan internasional. Tanpa national identity, maka bangsa tersebut akan terombang-ambing mengikuti ke mana angin membawa. Dalam ulang tahunnya yang ke-62, bangsa Indonesia dihadapkan pada pentingnya menghidupkan kembali identitas nasional secara nyata dan operatif.Identitas nasional kita terdiri dari empat elemen yang biasa disebut sebagai konsensus nasional. Konsensus dimaksud adalah Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika.

Revitalisasi Pancasila harus dikembalikan pada eksistensi Pancasila sebagai ideologi bangsa dan negara. Karena ideologi adalah belief system, pedoman hidup dan rumusan cita-cita atau nilai-nilai (Sergent, 1981), Pancasila tidak perlu direduksi menjadi slogan sehingga seolah tampak nyata dan personalistik. Slogan seperti “Membela Pancasila Sampai Mati” atau “Dengan
Pancasila Kita Tegakkan Keadilan” menjadikan Pancasila seolah dikepung ancaman dramatis atau lebih buruk lagi, hanya dianggap sebatas instrument tujuan. Akibatnya, kekecewaan bisa mudah mencuat jika slogan-slogan itu tidak menjadi pantulan realitas kehidupan masyarakat.

Karena itu, Pancasila harus dilihat sebagai ideologi, sebagai cita-cita. Maka secara otomatis akan tertanam pengertian di alam bawah sadar rakyat, pencapaian cita- cita, seperti kehidupan rakyat yang adil dan makmur, misalnya, harus dilakukan bertahap. Dengan demikian, kita lebih leluasa
untuk merencanakan aneka tindakan guna mencapai cita-cita itu.

Selain perlunya penegasan bahwa Pancasila adalah cita-cita, hal penting lain yang dilakukan untuk merevitalisasi Pancasila dalam tataran ide adalah mencari maskot. Meski dalam hal ini ada pandangan berbeda karena dengan memeras Pancasila berarti menggali kubur Pancasila itu sendiri, namun dari sisi strategi kebudayaan adalah tidak salah jika kita mengikuti alur pikir
Soekarno, jika perlu Pancasila diperas menjadi ekasila, Gotong Royong. Mungkin inilah maskot yang harus dijadikan dasar strategi kebudayaan guna penerapan Pancasila. Pendeknya, ketika orang enggan menyebut dan membicarakan Pancasila, Gotong Royong dapat dijadikan maskot dalam rangka revitalisasi Pancasila.

Mencari maskot. Meski dalam hal ini ada pandangan berbeda karena dengan memeras Pancasila berarti menggali kubur Pancasila itu sendiri, namun dari sisi strategi kebudayaan adalah tidak salah jika kita mengikuti alur pikir Soekarno, jika perlu Pancasila diperas menjadi ekasila, Gotong Royong. Mungkin inilah maskot yang harus dijadikan dasar strategi kebudayaan guna
penerapan Pancasila. Pendeknya, ketika orang enggan menyebut dan membicarakan Pancasila, Gotong Royong dapat dijadikan maskot dalam rangka revitalisasi Pancasila.

3. Budaya Daerah

Kata budaya berasal dari bahasa Sansekerta “Buddhayah”. Kata tersebut merupakan bentuk jamak dari kata “buddi” yang berarti akal, pikiran atau budi. Dalam bahasa Sansekerta budaya memiliki arti sebagai segala sesuatu yang berkaitan dengan akal, pikiran atau budi.

Sedangkan dalam bahasa Latin, kata budaya berasal dari kata “colere” artinya mengolah atau mengerjakan. Dalam bahasa inggris “Culture” artinya budaya.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, budaya diartikan sebagai adat-istiadat, akal, pikiran, maupun budi. Kata budaya lebih merujuk kepada pola pikir seorang manusia. Segala hal tersebut berkaitan dengan bahasa atau metode komunikasi, kebiasaan yang terjadi di lingkungan atau biasa disebut dengan adat- istiadat.

Pengertian Budaya Menurut para ahli

Linton

Budaya adalah semua pengetahuan, pola pikir, perilaku, maupun sikap yang merupakan kebiasaan dalam masyarakat. Hal ini didapati serta diwariskan oleh para nenek moyang secara turun temurun.

Edward Burnett Tylor

Pengertian budaya yang tertuang dalam bukunya “Primmitive Culture”, ialah keseluruhan yang bersifat kompleks dan rumit dan di dalamnya mengandung ilmu pengetahuan,moral, kepercayaan,hukum, adat istiadat, dan lain sebagainya.

Soemardjan dan Soemardi

Soemardi dan Soemardjan mendefinisikan budaya sebagai seluruh cipta, rasa, dan hasil karya yang tercipta di lingkungan masyarakat. Berasal dari karya masyarakat selanjutnya akan menghasilkan kebudayaan, teknologi kebendaan maupun kebudayaan jasmaniah yang akan digunakan oleh masyarakat untuk mempergunakan alam sekitarnya.

Hal ini bertujuan untuk mendapatkan hasil juga kekuatan yang dapat diabadikan untuk keperluan manusia.

Kelly dan Kluckhohn

Berdasarkan pendapat Kelly dan Kluckhohn, budaya memiliki arti semua rencana dan rancangan hidup manusia yang diwujudkan secara historis. Baik rasional maupun irasional, eksplisit maupun implisit, semua yang ada pada suatu waktu itu digunakan sebagai pedoman potensial perilaku manusia.

Koentjaraningrat

Pengertian budaya menurut Koentjaraningrat ialah semua sistem ide, gagasan, maupun tindakan serta hasil karya manusia dalam usaha kehidupan bermasyarakat yang selanjutnya dijadikan klaim manusia dengan metode belajar

Di dalam suatu budaya akan mengandung unsur-unsur seperti berikut:

  1. Pengetahuan

Budaya mencakup pengetahuan tentang keadaan lingkungan manusia serta sifat peralatan yang digunakan. Sistem pengetahuan ini meliputi tumbuhan dan binatang, ruang dan waktu, perilaku dan sifat manusia, ruang pengetahuan tentang alam, dan pengetahuan yang lain.

  1. Peralatan Teknologi Hidup

Budaya mengandung unsur peralatan teknologi hidup, maksudnya ialah semua hal yang ada pada manusia. Meliputi sifat, tindakan dan perilaku manusia. Hal ini berkaitan dengan pemrosesan bahan baku mentah beserta pengumpulanya dengan tujuan untuk kebutuhan manusia.

  1. Kemasyarakatan

Sekelompok masyarakat yang saling berempati yang mencakup kenegaraan, kesatuan hidup,organisasi, perkumpulan, dan lain sebagainya. Budaya dan kemasyarakatan memiliki keterkaitan dimana budaya umumnya tumbuh dan berkembang di lingkungan masyarakat dalam jangka waktu yang lama dan digunakan sebagai pedoman masyarakat dalam berperilaku.

  1. Bahasa

Selain kemasyarakatan, budaya juga memiliki unsur bahasa dimana bahasa merupakan bagian dari budaya. Bahasa  mampu menjadi media perantara yang paling utama bagi manusia dalam mewujudkan suatu kebudayaan dan mempraktikan kebudayaan tersebut.

  1. Mata Pencaharian Hidup

Seluruh aktivitas manusia bertujuan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Hal ini mencakup ekonomi, berburu, berdagang, mananam, perkebunan, dan lain sebagainya. Mata pencaharian hidup ini juga memiliki keterkaitan dengan budaya yang ada di lingkungan masyarakat.

  1. Religi atau Agama

Religi atau agama yang ada di masyarakat saling bersatu padu dengan budaya yang muncul didalamnya. Hal ini berhubungan dengan hal-hal suci yang tidak dapat muncul oleh logika dan pikiran manusia. Religi atau agama ini mencakup komunikasi agama, keyakinan, pandangan hidup, upacara keagamaan dan lain sebagainya.

  1. Kesenian

Semua hal yang berkaitan dengan hasrat, nafsu dan keinginan manusia terhadap suatu keindahan merupakan bentuk kesenian. Secara umum, bentuk keseniaan adalah seni suara, seni tari, dan seni rupa. Budaya yang timbul di masyarakat juga banyak yang berkaitan dengan kesenian yang ada di dalamnya.


4. Identitas dan Budaya

Identitas budaya adalah suatu karakter yang melekat dalam suatu kebudayaan dengan kebudayaan lain.

Identitas budaya adalah cerminan kesamaan sejarah dan kode-kode budaya yang membentuk sekelompok orang menjadi “satu” walaupun dari “luar” mereka tampak berbeda. Hal ini dapat berarti juga selain dari kesamaan sejarah dank ode-kode budaya yang menyatukan mereka, sudut pandang ini melihat bahwa ciri-ciri fisik atau lahirian mengidentifikasikan mereka sebagai suatu kelompok.

Identitas budaya adalah jumlah dari keseluruhan perasaan seseorang ataun anggota kelompok terhadap symbol-simbol, nilai-nilai, dan sejarah dari suatu masyarakat yang membuat mereka dikenal sebagai suatu kelompok yang berbeda.

Identitas budaya merujuk pada sebagian besar orang yang merasa sebagai bagian dari sekelompok budaya/ etnis tertentu dan bagaimana hal terebut mempengaruhi perasaan, persepsi, dan perilakunya.

Identitas budaya adalah sebuah bagian dari konnsep diri seseorang yang berasal dari pengetahuan dan perasaan seseorang yang menjadi dari sebuah kelompok budaya tertentu.

Perubahan Identitas Budaya

Perubahan identitas budaya adalah perubahan ciri khas yang dimiliki oleh individu atau kelompok karena adanya factor-faktor tertentu baik internal maupun eksternal.

Perubahan identitas budaya yang pertama adalah mencairnya batas-batas kebudayaan. Karena pesatnya perkembangan dunia kebudayaan-kebudayaan lokal yang dimiliki suatu bangsa sebagai identitas diri mulai hilang sedikit demi sedikit. Batasan dalam hal pakaian, tradisi, dan perilaku menjadi batasan fisik mengalami transmisi dari nenek moyang dalam mengajari generasinya. Identitas budaya seperti ini diadikan sebagai batas-batas atau simbol-simbol fisik yang menjadi dasar dalam pendefinisian keberadaan suatu kebudayaan.  Namun ketika pola pikir mausia mengalami perubahan, luluhnya batas-batas teritorial sebagai identitas, mobilisasi manusia, kecanggihan dalam hal intelektual yang dimiliki, media komunikasi yang bertambah modern, masyarakat menjadi terintegrasi bukan hanya lingkup lokal bahkan universal.

Kedua, sebab adanya perubahan budaya juga karena adanya ruang politik dan makna budaya. Dalam memaknai sebuah kebudayaan sering diwujudkan melalui sebuah symbol. Perubahan dalam makna symbol juga disebabkan karena adanya kekuasaan yang telah berubah. Suatu kebudayaan yang dibuat tidak akan lepas dari ruang dimana kebudayaan tersebut dibuat, dibangun dan dipelihara serta dilestarikan. Dengan perbedaan kepentingan kekuasaan, maka ruang yang dijadikan wadah mengalami definisi ulang sejalan dengan berkembangnya gaya hidup modern yang secara langsung diawali dengan perubahan rancangan  ruang.

Kondisi ruang diperebutkan untuk kepentingan kekuasaan atau politik tertentu. Makna kebudayaan pun menjadi mengikuti siapa yang akan mendefinisikan ulang kebudayaan tersebut. Symbol dan makna kebudayaan menjadi objek yang adanya dihasilkan oleh suatu proses negosiasi yang melibatkan sejumlah kontestan yang terlibat dengan kepentingan yang berbeda.

Ketiga, ketika kekuasaan politik mengalami perubahan, maka secara bersamaan terjadilah pemaksaan akan makna ruang dan makna sebuah identitas budaya. Public yang tidak memiliki keinginan untuk mengikuti kepentingan penguasa akan menjadi kelompok-kelompok kecil yang beragam dalam memaknai ruang dan identitas.

Pertandingan berbagai institusi terjadi secara kuat yang menyebabkan individu menjadi objek dari kepentingan-kepentingan yang berbeda. Mereka yang membuat kelompok-kelompok kecil karena tidak sepakat dengan kekuasaan politik juga ikut melakukan pertandingan dalam bentuk pembangkangan terhadap pendefinisian ruang dan makna identitas budaya oleh kaum penguasa.

Tarik menarik antara kaum penguasa dengan kelompok pembangkang menjadikan identitas kebudayaan mengalami konstruksi dan reproduksi yang berbeda yang tentunya syarat dengan kepentingan masing-masing. Symbol-simbol budaya pun dijadikan sebagai alasan penegasan kelompok yang keberadaannya menjadi bagian dari system sosial dengan adanya pertentangan nilai-nilai. Hal ini dapat dicontohkan dalam perebutan identitas yang dilakukan oleh Negara tetangga Malaysia. Menurut Irwan Abdullah mereka tertrik melakukan replikasi dari kesukubangsaan dengan parameter yang berbeda yang didasarkan bukan pada nilai local yang sama, tetapi pada minat dan kepentingan yang sama dari mereka yang secara asal usul berbeda.

5. Kerinci

Kerinci adalah nama sebuah daerah, salah satu dari enam daerah tingkat II dalam lingkungan Provinsi Jambi. Lengkapnya disebut Kabupaten/ daeah Tingkat II Kerinci. Sukunya disebut suku Kerinci, gunungnya disebut Gunung Kerinci, danaunya disebut Danau Kerinci, adat istiadatnya disebut Adat Kerinci atau Adat Sakti Alam Kerinci, dan orangnya disebut orang Kerinci (uhang kincai). Luas wilayah Kabupaten Kerinci adalah 4.200 Km2, merupakan dataran tinggi dikelilingi perbukitan dan pengunungan dengan ketinggian bervariasi antara 725 MDPL sampai 3.805 MDPL (puncak Gunung Kerinci).

Berdasarkan bahasa dan adat-istiadat suku Kerinci termasuk dalam kategori Proto Melayu, dan paling dekat dengan Minangkabau Deutro Melayu dan Jambi Deutro Melayu. Sebagian besar suku Kerinci menggunakan bahasa Kerinci, yang memiliki beragam dialek, yang bisa berbeda cukup jauh antar satu dusun dengan dusun lainnya di dalam wilayah Kabupaten Kerinci dan Kota Madya Sungai Penuh - setelah pemekaran wilayah tahun 2008. Untuk berbicara dengan pendatang biasanya digunakan bahasa Minangkabau atau bahasa Indonesia (yang masih dikenal dengan sebutan Melayu Tinggi).

Catatan sejarah menyebutkan bahwa dahulu daerah Kerinci pernah menjadi bagian dari Keresidenan Jambi. setelah itu pada tahun 1922 dipindahkan ke dalam kekuasaan Keresidenan Sumatera Barat. Tahun 1927 Kerinci pernah menyuarakan keinginannya agar kembali lagi kedalam Keresidenan Jambi, namun aspirasi itu tidak mendapat tanggapan dari pemerintahan Belanda yang menjajah Jambi saat itu. Ketika rakyat Riau dan Jambi mengajukan otonomi daerah tingkat I, rakyat Kerinci kembali menyampaikan keinginannya bersatu dalam Propinsi Jambi. (Sumber: PidatoProf.Idris Jakfar, SH:Sekitar Perjuangan Otonomi Daerah Tingkat II Kabupaten Kerinci: Diterbitkan oleh Pemda Tingkat II Kabupaten Kerinci 10-11-1989).

RUMAH ADAT

Rumah tradisional khas Kota Sungai Penuh, yakni Umu Lahoa. Adalah rumah panggung yang bentuknya memanjang. Rumah ini dibuat panggung, karena dahulu daerah Sumatra masih banyak binatang buas dan liar, sehingga, untuk keamanan penghuni rumah, dibuatlah rumah ini berbentuk panggung.

Kemudian, sejalan dengan waktu, setelah mulai berkurangnya binatang – binatang buas dan liar, di bawah rumah ini dimanfaatkan sebagai kandang / tempat menyimpan hewan – hewan ternak, dan dapat juga digunakan untuk menyimpan beras.

Ciri khas rumah ini terdapat pada pintu masuk. Rumah yang bentuknya panjang ini, hanya memiliki satu pintu masuk. Namun, di dalamnya menampung beberapa kepala keluarga. Sehingga, keadaan antar tetangga, dapat langsung berkomunikasi di atas / dalam rumah, tidak perlu turun. Ada juga yang khas dari rumah ini, pintu yang begitu pendek, atap yang tidak begitu jauh jaraknya dengan kepala kita apabila kita berdiri di dalamnya. Dan jendela rumah ini begitu unik, dengan ukuran yang kecil. Seluruh rumah ini berbahan dasar kayu yang kuat, sehingga umur dari rumah ini bisa berpuluh – puluh tahun.

Rumah ini terdapat ukiran – ukiran khas Sungai Penuh, dan warna khas yang menunjukkan cirinya yaitu merah, hitam, putih, dan biru. Serta warna kuning dan hijau, menandakan masuknya peradaban Islam.

Kuliner

Gulai Ikan Semah

Danau Kerinci membentang seluas 46 kilometer persegi, rumah bagi ribuan ikan semah yang dicari nelayan setempat. Ikan semah merupakan ikan air tawar yang termasuk langka, populasinya hanya terdapat di sepanjang Sungai Batang Merangin dan Danau Kerinci. Hewan primadona tersebut ditangkap dan mampu diolah menjadi masakan yang lezat oleh warga sekitar.

Saat berkunjung ke Kabupaten Kerinci, usahakanlah menyicipi gulai ikan semah. Rasa pedas dan asam mendominasi dagingnya, terlebih apabila Anda menyeruput kuah kuningnya yang kental. Lidah tidak akan berhenti melahapnya sampai habis.

Rumah makan yang bisa disinggahi adalah Ikan Semah, berlokasi di Jalan R.E Martadinata, Kota Sungaipenuh yang ditempuh selama 30 menit dari Kabupaten Kerinci.

Soto Semurup

Warung Soto Semurup sudah berdiri puluhan tahun di dalam Pasar Semurup dimana untuk mencapainya hanya perlu berkendara 20 menit dari Kabupaten Kerinci.

Kuliner ini agak mirip soto padang dengan isi soun, perkedel kentang, dan irisan dendeng sapi yang renyah. Sangat nikmat disantap di tengah dinginnya hawa Kerinci. Bumbu gurih yang disesap melalui kuah, diracik dari rempah-rempah  alami hasil pertanian Kerinci.

Air Kawo

Masyarakat setempat mempunyai kebiasaan unik mengumpulkan kawo, yaitu tunas muda tanaman kopi yang justru menjadi gulma. Daun ini dibabat habis bukan untuk dibuang begitu saja, melainkan diseduh sebagai minuman khas.

Untuk memperkental tradisi, kawo dihidangkan di dalam tempurung kelapa. Bagi yang tidak biasa meneguk minuman tersebut, kawo akan dinilai memiliki rasa yang aneh.

Penduduk Kerinci percaya bahwa air kawo mampu mengurangi ketergantungan terhadap kopi, mencegah asam urat, mencegah reumatik dan dapat meningkatkan daya tahan tubuh. Usai berpetualang ke berbagai tujuan wisata di Kerinci maka kiranya Anda perlu mencicipi air kawo yang khas ini.

Dendeng batakok dengan beras payo

Makanan khas Kerinci yang paling terkenal adalah dendeng batokok. Dendeng daging lembu yang lembut karena digepok/tumbuk dengan batu hingga gepeng. Disajikan setelah dipanggang kembali dengan sambal merah nan pedas.

Biasanya, warung makan asal kerinci akan menulis “Beras Payo Kerinci” di muka warung untuk menyatakan bahwa mereka hanya menyajkan dendeng batokok dengan beras tersebut, bukan beras asalan . Beras Payo Kerinci adalah beras nikmat, terasa pulen dengan bulir beras besar-besar. Ini adalah bibit padi asli Kerinci. Usia jenis padi ini mungkin sudah lebih dari lima abad. Seperti laiknya padi asli Nusantara lainnya, usia tanam padi payo hingga panen memakan waktu lebih dari enam bulan.

Yang pasti, Beras Payo Kerinci dengan bulir padi yang besar-besar memang terasa nikmat berpadu dengan lauk-pauk asal kerinci khususnya dendeng batokok.

Lemang

Lemang adalah makanan yang merupakan makanan dari beras ketan yang dimasak dalam seruas bambu, setelah sebelumnya digulung dengan selembar daun pisang. Gulungan daun bambu berisi beras ketan dicampur santan kelapa ini kemudian dimasukkan ke dalam seruas bambu lalu dibakar sampai matang. Lemang lebih nikmat disantap hangat-hangat. Lemang disajikan pada saat kenduri Sko dan saat tamu-tamu datang mengunjungi acara kenduri Sko.  

Dodol kentang

Dodol kentang berasal dari bahan dasar kentang, dan diciptakan berbagai rasa, mulai dari rasa pandan, gula aren, hingga rasa durian. Dodol itu dibungkus kertas minyak warna-warni, dan dikemas dalam kemasan plastik transparan

Sirup kayu manis

Dan yang paling khas di Kota Sungai Penuh dan Kerinci, yaitu minuman yang memiliki banyak khasiat, Sirup Kayu Manis. Sirup ini, berbahan dasar asli kayu manis, yang kemudian diolah menjadi sirup. Penyajian sirup kayu manis ini, biasanya disajikan bersama dengan teh hangat, yang kemudian disatukan dan diaduk. Setelah meminum sirup kayu manis ini, tenggorokan dan perut terasa begitu hangat

Upacara tertentu

Bermacam upacara adat terdapat pada masyarakat Kerinci. Upacara yang sudah dibudayakan ini selalu dilaksanakan oleh pendudukan dusun-dusun dalam Kabupaten Kerinci. Pada prinsipnya upacara adat dikelompokkan menjadi tiga bagian yang dikenal dengan sebutan:. Upacara adat titian teras bertangga batu. Upacara adat cupak gantang gawe kerapat,,Upacara adat tumbuh-tumbuh roman

1. Upacara adat ” titian teras bertangga batu” bermakna, suatu upacara adat yang dilakukan secara berkesinambungan dari satu generasi ke generasi yang berikutnya,upacara adat ini dapat kita saksikan pada acara’Kenduri Sko”, penobatan Depati, Ninik mamak, tindik dabur dan sunat rasul, khatam Al Qur’an, pernikahan, kehamilan, kelahiran, aqiqah, kerat pusat,turun keair dan upacara kematian.

2. Upacara adat ” Cupak gantang gawe kerapat ” memiliki pengertian  yakni suatu upacara adat meliputi mata pencaharian hidup dan sosial kemasyarakatan yang dilaksanakan secara gotong royong. Upacara ini dapat kita lihat pada kegiatan membangun /mendirikan rumah baru” Ngihit pamoun”( menarik ramuan kayu untuk bahan bangunan rumah) merendam ramuan kayu,,gotong royong membersihkan tali air (irigasi) sawah, menanam benih padi, menuai padi, menolak bala, kenduri sudah tuai, kenduri tengah padang dan beberapa upacara ritual lainnya.

3. Sedangkan upacara adat ” tumbuh tumbuh roman roman “ memiliki pengertian suatu upacara yang dilaksanakan dalam keadaan tertentu dengan pokok pokok masalah yang tumbuh (timbul) pada bentuk rupa dan bersifat khusus. Upacara ini dapat kita lihat pada upacara tari asyek negeri, talea naik haji, mengangkat anak angkat, pelanggaran hukum adat, melepas nazar, dan upacara silang sengketa.

Batik Kerinci

Sanggar sanggar batik di Kota Sungai Penuh juga mengambil motive pada ukiran pada rumah tradisional dan motive ukiran pada masjid kuno Pondok Tinggi, diantara motive itu adalah motive Keluk Paku kacang Belimbing > artinya Anak di Pangku Kemenakan dibimbing. Motive- Relung kangkung > patah tumbuh hilang berganti/ kerja yang tiada mengenal lelah, Motif– Pilin ganda (berbentuk abjad S) > setiap sesuatu saling ketergantungan dan saling membutuhkan, motifragam hias Turqi ( auraka) dalam bentuk daun daun yang berjurai, – ragam hias Kaff wa darj > berbentuk garis garis melengkung,-ragam arabes( Zuchrufil-Arabi) > berbentuk anting anting daun dan bunga, ragam tampouk klapo, ragam selampit empat, Selampit jalein due, motif bungea Matoharai ( Bunga Matahari),- ragam hias Gadoeing Gajeah ( Gading Gajah),ragam cino sebatang, samang beradu punggoun,,mentade belage, ragam bungea betirai, ragam motif relung,-dll

Aksara Incung

Aksara adalah sistem tanda-tanda grafis yang dipakai manusia untuk berkomunikasi dan sedikit banyaknya mewakili ujaran dan jenis sistem tanda grafis tertentu; misal aksara Pallawa, aksara suku Inka.

Aksara Incung terdapat di Kabupaten Kerinci Provinsi Jambi, satu-satunya daerah yang memiliki aksara sendiri di Sumatera bagian tengah. Ini dibuktikan dengan adanya naskah-naskah kuno berumur ratusan tahun lebih yang mempergunakan aksaraIncung.

sampai saat ini naskah-naskah kuno beraksara incung (Ka-Ga-Nga ) masih disimpan oleh orang suku Kerinci. Bahasa yang dipakai dalam penelitian naskah-naskah tersebut adalah bahasa Kerinci Kuno yaitu bahasa Lingua Franca suku Kerinci zaman dahulu. Dalam naskah itu, diantaranya banyak terdapat kata-kata dan ungkapan yang sulit untuk dimengerti bila dihubungkan dengan bahasa Kerinci yang digunakan oleh masyarakat sekarang, karena bahasa tersebut tidak menurut dialek desa tempatan yang ada di Kabupaten Kerinci. Oleh karena itu, aksara Incung pada hakekatnya disebut sebagai bagian dari sastra Indonesia lama

Mata pencaharian

Mata pencaharian sebagian besar penduduknya adalah bertani di ladang dan di sawah. Selain padi, hasil pertaniannya adalah kentang, sayur-sayuran dan tembakau. Masyarakat yang tinggal di sekitar hutan mengembangkan mata pencaharian ladang berpindah, dengan mendirikan rumah-rumah ladang di hutan untuk ditinggali selama musim bertanam. Pertanian ladang dengan membuka hutan ini menghasilkan kopi, kulit manis/kayu manis, dan cengkeh. Hasil hutan yang utama adalah rotan dan damar. Sebagian masyarakat, terutama yang menetap di sekitar Danau kerinci dan beberapa danau kecil lainnya, hidup di bidang perikanan.

Objek Wisata

1. Bukit khayangan

Salah satu objek unggulan di Kota Sungai Penuh ini berbatasan langsung dengan kawasan TNKS (Taman Nasional Kerinci Sebelat).dengan kawasannya yang masih asri ini kita dapat menikmati hawa sejuk dan menikmati pemandangan yang sangat indah.kita dapat melihat sungai penuh dan danau kerinci dari kejauhan.disinipun terdapat saung – saung yang dapat digunakan untuk beristirahat sambil menikmati pemandangan.Objek yang terletak di sungai jernih ini,memiliki jarak tempuh ± 10 km dari pusat Kota Sungai Penuh,dapat ditempuh dalam waktu ± 30 menit .wilayah ini memiliki luas ± 4 hektar dan berada di ketinggian ± 1800 m.untuk menikmati kawasan wisata ini setiap pengunjung diwajibkan membayar biaya masuk sebesar Rp.3000.-.

2. Perkebunan teh kayu aro

Perkebunan Teh Kayoe Aro dirintis antara tahun 1925 hingga 1928 oleh perusahaan Belanda, Namblodse Venotschaaf Handle Vereniging Amsterdam (NV HVA). Perkebunan teh ini tercatat sebagai perkebunan teh tertua di Indonesia. Perkebunan Teh Kayu Aro seluas 3.020 hektar adalah perkebunan teh dalam satu hamparan terluas di dunia, berada pada ketinggian 1.400 – 1.600 meter dpl yang merupakan perkebunan teh tertinggi ke dua di dunia setelah perkebunan teh Darjeling di Kaki Gunung Himalaya (4.000 m dpl). Hawa pegunungan yang sejuk, pemandangan alam yang menawan, hamparan hijau teh dengan latar Gunung Kerinci yang menjulang, kegiatan pemetikan teh hingga pengolahan teh merupakan suatu atraksi yang sangat menarik. Pada tahun 1998 perkebunan dan pengolahan teh Kayu Aro telah dikembangkan sebagai tujuan wisata yang banyak dikunjungi wisatawan domestik dan mancanegara.

Ditengah perkebunan terdapat Aroma Pecco yang merupakan sebuah taman dengan sebuah kolam, diduga pada zaman penjajahan Belanda kolam ini merupakan tempat penampungan air bagi perkebunan teh. Tersedia sampan yang dapat digunakan mengarungi kolam. Taman yang berjarak 50 m dari jalan utama ini telah dilengkapi dengan beberapa fasilitas untuk menunjang kegiatan wisata. Di tempat ini, biasanya para pengunjung beristirahat sambil menikmati makanan yang dibawa. Aroma Pecco terletak di Desa Bedeng Delapan, dan dapat dicapai dari Sungai Penuh setelah menempuh perjalanan sejauh ± 32 km.

3. Danau gunung tujuh

Danau Gunung Tujuh merupakan danau tertinggi di Asia Tenggara. Selain itu keberadaan Danau Kerinci yang merupakan terbesar kedua setelah Danau Toba di Sumatera Utara. Serta terdapat beberapa danau kecil lainnya dengan keindahan alamnya yang unik.

Disebut Danau Gunung Tujuh, karena di kelilingi tujuh puncak gunung dengan punjak tertinggi 2800 meter, sedangkan tinggi gunung yang lain berkisar 2000 hingga 2500 meter. Air danau tersebut sangat dingin dan bening, di dalam hidup ikan kecil yang rasanya sangat enak.

4. Gunung kerinci

Gunung Kerinci berada dibawah perlindungan Taman Nasioanal Kerinci Seblat. Pada areal hutan gunung ini kita masih bisa menjumpai harimau Sumatera. Satu hal yang mesti di ingat, jika anda mendaki gunung ini, jangan bermalam atau mendirikan tenda di daerah shelter I atau didaerah ketinggiannya dibawah 1500m dpl. Karena daerah ini merupakan habitatnya harimau Sumatera dan tempat mereka berburu. Dan usahakan untuk tidak membawa makanan yang berbau anyir atau daging mentah. Pemandangan dari puncak Kerinci sangat memukau, kita bisa melihat danau kerinci dan danau situjuh yang berada diatas puncak bukit situjuh, serta di bagian selatan terlihat Lubuk Gadang dan Muara Labuh.

5. Air Terjun Telun Berasap

Air terjun ini terletak di Desa Telun Berasap,  Kecamatan Kayu Aro, Kabupaten Kerinci, Propinsi Jambi, Indonesia. Air terjun tersebut bersumber dari  sungai yang berhulu di Danau Gunung Tujuh yang mengalir melewati tebing terjal dengan ketinggian sekitar 50 m. Orang Jambi menyebutnya Air Terjun Telun Berasap karena besarnya debit air yang turun sehingga menimbulkan “kabut air” di sekelilingnya.Di balik Air Terjun Telun Berasap, terdapat sebuah goa. Masyarakat setempat tidak berani memasuki goa tersebut karena medannya begitu sulit dilalui. Air terjun yang sangat deras dengan karang yang terjal, menyebabkan gua tersebut tidak pernah dikunjungi oleh masyarakat maupun para wisatawan yang berkunjung ke objek wisata Air Terjun Telun Berasap.Air terjun Telun Barasap menyuguhkan pemandangan yang indah, dengan debit air yang deras sehingga membentuk percikan air yang lembut mirip seperti asap putih atau dikenal juga dengan kabut air. Butiran-butiran uap air yang terbentuk dari kabut air tersebut berwarna indah tatkala disinari cahaya mentari dengan memantulkan kemilau cahaya yang berwarna-warni.

6. Danau kaco

Danau Kaca merupakan salah satu Objek wisata yang berada di Kab. Kerinci Jambi.Penamaan danau ini dengan danau kaca dikarenakan air danau ini sangat jernih. Jika pada siang hari terlihat seperti kaca yang dari jarak jauh. Danau ini terletak di Kec. gunung Raya. Kerinci bisa dicapai dengan menggunakan pesawa dan akan berhenti lapangan terbang Depati Parbo.

7. Danau kerinci

Danau Kerinci memiliki luas 4.200 hektar dengan kedalaman 110 meter dan terletak pada ketinggian 783m dpi. Danau Kerinci banyak menyimpan jenis ikan, Ikan semah merupakan jenis ikan yang paling digemari dan  juga merupakan ikan enden. Selain panorama yang alam yang indah, interaksi masyarakat sekitar dengan danau juga menyajikan kesan tersendiri bagi pengunjung, seperti para nelayan yang mencari ikan dengan peralatan tradisional seperti : pancing, tangga jaring, jala serta lukah.


BAB 3 : PENUTUP

Kesimpulan

Identitas bukanlah fenomena yang terjadi secara alamiah melainkan formasi kultural-kultural yang tak tentu. Identitas juga merupakan keseluruhan atau totalitasyang menunjukkanciri-ciri atau keaadaan khusus seseorang, jati diri dari factor-faktor biologis, psikologis, dan sosiologis yang mendasari tingkah laku individu.

Kebudayaan merupakan hasil karya rasa, cipta, dan karsa yang dibuat oleh manusia dalam kurun waktuyang relative lama yang diakui, diketahui, ditaati, dan diterapkan dalam kehidupan masyarakat masyarakat.

Identitas budaya merujuk pada sebagian besar konsep diri seseorang yang berasal dari pengetahuan dan perasaan seseorang yang menjadi dari sebuah kelompok tertentu.



Daftar Pustaka



Aditya Ari Prabowo/ FIB UI. 2008. Konstruksi Identitas. Kamis 14 Maret 2013 diunduh pukul 20.00 WIB

Berger & Luckman, 1990, Tafsir Sosial atas Kenyataan, Risalah tentang Sosiologi Pengetahuan, Jakara: LP3ES.

Chris Barker, 2000, Cultural Studies Teori & Praktik, London: Sage Publication
Irwan Abdullah, 2007, Konstruksi dan Reproduksi Kebudayaan, Yogyakarta: Pustaka Pelajar

https://sosiologibudaya.wordpress.com/2013/03/20/identitas/ diakses pada 24 april 2020 pukul 14.220WIB


https://b-pikiran.cekkembali.com/budaya/ diakses pada 24 april 2020 pukul 14.25 WIB


https://nadhirbukan.wordpress.com/2015/04/21/identitas-nasional/ diakses pada 24 april 2020 pukul 14./30WIB


https://sosiologibudaya.wordpress.com/2013/03/20/identitas/ diakses pada 24 april 2020 pukul 14.36 WIB


http://ghosasquare.blogspot.com/2009/01/pengertian-budaya-daerah-dan-budaya.html diakses pada 24 april 2020 pukul 14.44 WIB

https://maudisini.com/identitas-nasional/ diakses pada 24 april 2020 pukul 14.50 WIB


    http://gothadventurer.wordpress.com/2011/04/23/kota-sungai-penuh-dan-kabupaten-kerinci-jambi/ diakses pada 24 april 2020 pukul 14.52WIB

  1. http://ronalsaputraa.blogspot.com/2013/12/daftar-objek-wisata-kerinci-jambi.html diaksespada 24 april 2020 pukul 14.56 WIB

  2. http://www.indonesia-heritage.net/2013/09/upacara-adat-dan-kesenian-tradisional-suku-kerinci/ diakses pada 24 april 2020 pukul 14.58 WIB

  3. http://wisatakabkerinci.blogspot.com/2010/07/beras-payo-dan-dendeng-batokok-kerinci.html diakses pada 24 april 2020 pukul 16.10 WIB

  4. http://www.retcia.com/2012/05/lemang-makanan-khas-kerinci-saat-acara.html

    http://kerincitime.co.id/ekonomi-kreatif-batik-khas-kota-sungai-penuh.html diakses pada 24 april 2020 pukul 16.17WIB

  5. http://santyanggraini90.wordpress.com/2013/03/05/arsitektur-tradisional-jambi/rumah-adat-kerinci/#main diakses pada 24 april 2020 pukul 16.36 WIB

    http://id.wikipedia.org/wiki/Suku_Kerinci diakses pada 24 april 2020 pukul 16.50WIB



Untuk mendownload file docx. silahkan klik link berikut : Download identitas nasional.docx



Continue reading Makalah Pendidikan Kewarganegaraan Kebudayaan Daerah Sebagai Identitas : Daerah Kerinci